Tugas Store Keeper Gudang: Gaji, Skill & Realita Kerja

Bagi sebagian orang awam, mendengar kata Kerja di Gudang mungkin yang terbayang adalah pekerjaan kasar yang hanya mengandalkan otot untuk angkat-angkat barang. Stigma ini seringkali membuat profesi Storekeeper dipandang sebelah mata.

Padahal, realitanya di lapangan, terutama di industri manufaktur tempat saya bekerja—Storekeeper adalah “Jantung” dari operasional perusahaan. Bayangkan jika data stok salah: tim produksi bisa berhenti bekerja karena bahan baku habis, atau perusahaan rugi ratusan juta karena barang hilang tanpa jejak.

Tugas Store Keeper Gudang: Gaji, Skill & Realita Kerja
Jan 11, 2026
6 min read
0 Views
0 Komentar

Bagi sebagian orang awam, mendengar kata Kerja di Gudang mungkin yang terbayang adalah pekerjaan kasar yang hanya mengandalkan otot untuk angkat-angkat barang. Stigma ini seringkali membuat profesi Storekeeper dipandang sebelah mata.

Padahal, realitanya di lapangan, terutama di industri manufaktur tempat saya bekerja—Storekeeper adalah “Jantung” dari operasional perusahaan. Bayangkan jika data stok salah: tim produksi bisa berhenti bekerja karena bahan baku habis, atau perusahaan rugi ratusan juta karena barang hilang tanpa jejak.

Jika kamu adalah job seeker yang sedang melirik posisi ini, atau karyawan baru yang ingin upgrade skill, artikel ini adalah panduan terlengkap yang kamu butuhkan. Saya akan membedah tuntas apa itu Storekeeper, bedanya dengan Helper, rincian tugas harian yang tidak diajarkan di kuliah, hingga bocoran gajinya di Indonesia.

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata di lapangan (manufacturing sector), bukan sekadar teori buku. Siapkan catatan, karena ada banyak istilah teknis gudang yang sering keluar saat interview!
Daftar Isi

Apa Itu Storekeeper? (Dan Bedanya dengan Helper)

Secara definisi, Storekeeper adalah seseorang yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan arus barang masuk (Inbound) dan barang keluar (Outbound), serta menjaga keakuratan data stok (Inventory Control) di dalam gudang.

Banyak yang bingung: Apa bedanya Storekeeper dengan Helper Gudang atau Admin Gudang?

Agar lebih jelas, mari kita lihat perbandingannya dalam tabel berikut:

AspekStorekeeperHelper GudangAdmin Gudang
Fokus UtamaFisik Barang & Data StokFisik Barang (Tenaga)Dokumen & Input Data
Tanggung JawabMemastikan barang aman & jumlah sesuai sistemBongkar muat, packing, menyusun barangMembuat Surat Jalan, Invoice, Laporan
Skill WajibExcel, Stock Opname, LayoutingFisik Kuat, PackingExcel Advanced, Filling Dokumen
ResikoMengganti selisih barang (Potong Gaji)Kelelahan fisikKesalahan input data

Jadi, Storekeeper adalah posisi Hybrid. Kamu harus paham administrasi (seperti Admin), tapi juga harus siap turun ke lapangan untuk cek fisik (seperti Helper). Kamu adalah jembatan antara data di komputer dengan realita di rak gudang.

Tugas dan Tanggung Jawab Utama Storekeeper

Tugas Storekeeper tidak sesederhana “terima barang lalu simpan”. Ada alur kerja (workflow) ketat yang harus dipatuhi. Berikut adalah rincian tugas hariannya:

Penerimaan Barang (Inbound Process)

Ini adalah gerbang pertahanan pertama. Jika kamu lolos menerima barang rusak atau kurang di tahap ini, itu akan menjadi tanggung jawabmu selamanya.

  • Verifikasi Dokumen: Saat truk supplier datang, hal pertama yang diminta adalah Surat Jalan (Delivery Order). Cocokkan surat tersebut dengan PO (Purchase Order) perusahaan. Apakah jenis barangnya benar? Apakah jumlahnya sesuai pesanan?
  • Quality Control (QC) Fisik: Jangan hanya percaya tulisan di kertas. Cek kondisi kemasan. Apakah basah? Penyok? Segel terbuka?
  • Receiving di Sistem: Setelah fisik oke, segera input penerimaan barang ke sistem (Excel/SAP/Accurate) agar stok bertambah dan bisa segera digunakan oleh user.
Jangan pernah menandatangani Surat Jalan supir SEBELUM kamu selesai menghitung dan mengecek fisik barang. Tanda tanganmu adalah bukti sah penerimaan. Jika supir sudah pulang dan ternyata barang kurang, kamu yang harus ganti rugi!

Penyimpanan & Tata Letak (Storage Management)

Seorang Storekeeper yang handal terlihat dari seberapa rapi gudangnya. Kamu harus menguasai manajemen lokasi (Bin Location).

  • Fast Moving vs Slow Moving: Barang yang sering keluar-masuk harus diletakkan di dekat pintu atau area yang mudah dijangkau (Golden Zone). Barang yang jarang dipakai boleh ditaruh di rak paling atas atau pojok belakang.
  • Grouping: Kelompokkan barang berdasarkan kategori. Jangan campur bahan kimia dengan bahan makanan, atau sparepart mesin dengan alat tulis kantor (ATK).
  • Pelabelan (Labeling): Setiap rak wajib punya label kode barang & nama barang yang jelas. Ini akan sangat membantu saat proses Stock Opname.

Pengeluaran Barang (Outbound Process)

Di pabrik manufaktur, “klien” kamu adalah bagian Produksi. Di retail, klien kamu adalah toko atau customer.

  • Picking (Pengambilan): Mengambil barang sesuai Request Order. Pastikan kode Batch Number atau Serial Number sesuai jika ada.
  • Prinsip FIFO & FEFO: Ini hukum wajib gudang!
    • FIFO (First In First Out): Barang yang pertama masuk, harus pertama keluar.
    • FEFO (First Expired First Out): Barang yang tanggal kadaluarsanya paling dekat, harus dikeluarkan duluan.
  • Handover: Melakukan serah terima barang dengan user/ekspedisi. Pastikan ada tanda tangan bukti serah terima.

Stock Opname (SO): Ritual Wajib Gudang

Inilah momok menakutkan bagi banyak Storekeeper. Stock Opname adalah proses menghitung fisik barang di gudang dan mencocokkannya dengan data komputer.

Biasanya dilakukan:

  • Cycle Count: Harian/Mingguan (hanya sebagian barang tertentu secara acak).
  • Grand Stock Opname: Bulanan/Tahunan (seluruh barang di gudang, operasional biasanya dihentikan total).

Jika terjadi selisih (Data 100, Fisik cuma 98), Storekeeper harus melakukan investigasi. Kemana 2 barang tersebut? Apakah salah input? Apakah terselip? Atau dicuri?


Skill Wajib: Senjata Tempur Storekeeper

Untuk bisa bertahan dan berkembang di posisi ini, modal “rajin” saja tidak cukup. Kamu wajib menguasai skill berikut:

Microsoft Excel (Level Intermediate)

Lupakan mitos bahwa Excel hanya untuk orang kantor. Di gudang, Excel adalah nyawa. Kamu minimal harus menguasai:

  • VLOOKUP / HLOOKUP: Untuk mencari data barang dari database master.
  • SUMIF / COUNTIF: Untuk merekap total barang masuk per kategori.
  • Pivot Table: Untuk membuat laporan bulanan yang cepat dan rapi.
  • IF Logical: Untuk status otomatis (Misal: Jika stok < 10, maka status “ORDER LAGI”).

Pemahaman Dokumen Logistik

Kamu harus familiar dengan istilah-istilah seperti: Delivery Order (DO), Purchase Order (PO), Invoice, Packing List, Material Request (MR), dan Good Received Note (GRN).

Pengoperasian Alat Berat (Nilai Plus)

Jika kamu memiliki sertifikat SIO (Surat Izin Operator) untuk Forklift atau terbiasa menggunakan Hand Pallet elektrik, nilai jualmu di mata HRD akan melesat tinggi. Gaji operator forklift biasanya lebih tinggi dari storekeeper biasa.

Gaji Storekeeper di Indonesia (2025)

Berapa sih gaji Storekeeper? Jawabannya: Tergantung UMR Daerah dan Skala Perusahaan.

Berdasarkan riset dan data lapangan terbaru, berikut kisarannya:

  • Staff Gudang / Storekeeper Junior:
    • Range: UMR s.d UMR + Rp 500.000.
    • Contoh: Di Karawang bisa Rp 5,5 Juta, di Jawa Tengah mungkin Rp 2,5 - 3 Juta.
  • Senior Storekeeper (Pengalaman 3-5 Tahun):
    • Range: Rp 5.000.000 - Rp 7.500.000.
    • Biasanya sudah memegang tanggung jawab SPV kecil atau memimpin tim helper.
  • Warehouse Supervisor / Kepala Gudang:
    • Range: Rp 8.000.000 - Rp 15.000.000+.
    • Fokusnya sudah bukan angkat barang, tapi manajemen strategi stok dan KPI tim.

Tips Lolos Interview Storekeeper

Seringkali pelamar gagal bukan karena tidak bisa kerja, tapi karena jawaban yang kurang meyakinkan. Jika ditanya HRD/User, gunakan tips ini:

  1. Saat ditanya tentang ketelitian: Ceritakan pengalamanmu melakukan Stock Opname. Sebutkan angka. “Saya terbiasa melakukan SO untuk 500 SKU barang dengan tingkat akurasi 99%.”
  2. Saat ditanya tentang selisih stok: Jangan bilang “Saya tidak pernah selisih”. Itu bohong. Jawablah: “Jika terjadi selisih, saya akan melakukan trace back dokumen penerimaan dan pengeluaran, serta mengecek bin location tetangga barangkali barang terselip.”
  3. Tunjukkan keahlian Excel: Sebutkan rumus yang kamu kuasai di CV.

Kesimpulan

Menjadi Storekeeper adalah pekerjaan yang menuntut keseimbangan antara kekuatan fisik, ketelitian data, dan integritas (kejujuran). Ini bukan pekerjaan untuk orang yang ceroboh atau malas menghitung.

Namun, karir di bidang logistik dan supply chain sangat menjanjikan. Dari Storekeeper, kamu bisa naik menjadi PPIC, Warehouse Manager, atau Supply Chain Specialist.

Bagaimana? Tertarik menantang diri bekerja di gudang? Atau kamu punya pengalaman unik selama jadi Storekeeper? Ceritakan di kolom komentar di bawah ya!

0
Tugas Store Keeper Gudang: Gaji, Skill & Realita Kerja
Tugas Store Keeper Gudang: Gaji, Skill & Realita Kerja

Bagi sebagian orang awam, mendengar kata Kerja di Gudang mungkin yang terbayang adalah pekerjaan …

Bagikan Artikel AnakPT ke:
  • WhatsApp
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest

Komentar (0)

Paste kode HTML/Script di sini untuk di-parse (Encode).
Membalas: ...
Guest
Support Markdown
Memuat komentar...